- Pembuat Pine-Sol, sabun cair pencuci umum, menjalankan satu undian “Pine-Sol in Pine Valley” di mana Pine Valley adalah habitat dari opera sabun TV All My Children. Pemenang undian akan melancong ke Los Angeles untuk bertemu dengan para bintang dan menonton pembuatan film selama empat hari. Asosiasi mengenai sabun pencuci biasa itu bersama dengan bintang-bintang yang glamor meningkatkan citra merek Pine-Sol.
- Toro, produsen utama mesin pemotong rumput halaman dan pembersih salju (snowblowers), ingin menjual pembersih saljunya pada awal September. Karena mengetahui bahwa kebanyakan orang akan menunggu untuk membeli sampai salju pertama turun, Toro menawarkan untuk menyertakan Toro Snow Insurance: Perusahaan berjanji untuk mengirimkan rabat $50 kepada setiap orang yang membeli pada bulan September jika ternyata tidak ada salju sebelum bulan Januari. Promosi penjualan itu tidak merusak, dan malah membantu citra merek Toro.
- Haagen-Dazs menjalankan promosi penjualan pemotongan-sen dolar yang disebut Sweet- Charity di mana penghematan harga itu disumbangkan untuk mendukung televisi publik. Tawaran itu meningkatkan citra Haagen-Dazs dengan menjadikan Haagen Dazs sebagai “pelindung seni.”
- Akai, produsen peralatan stereo dan perangkat TV Jepang berusaha untuk menjadi pemimpin pasar perangkat TV di India dengan menjalankan promosi penjualan yang bernilai tambah. Ia menawarkan nilai tukar yang baik atas perangkat TV hitam putih pada saat pembelian perangkat TV warna yang baru. Pada kesempatan yang lain, perusahaan tersebut akan menawarkan jam tangan gratis, kalkulator, atau radio, pada saat pembelian perangkat TV baru. Promosi yang kuat menjadikan Akai sangat populer di India, dan para pesaing seperti Sony tidak bebas untuk bersaing dengan cara yang sama.
Tetapi biasanya, bila suatu merek mengalami promosi harga terlalu banyak, konsumen mulai menganggapnya sebagai merek yang murah dan biasanya hanya mau membeli ketika ada obral. Ada risiko menempatkan merek pemimpin yang terkenal dalam promosi pada lebih dari 30 persen waktu yang ada. Merek-merek dominan jarang menggunakan promosi harga, karena sebagian besar potongan harga itu hanya akan mensubsidi pemakai yang ada sekarang. Studi Brown pada 2.500 pembeli kopi instan menyimpulkan bahwa:
- Promosi penjualan menghasilkan tanggapan penjualan yang lebih cepat dan lebih terukur daripada iklan.
- Promosi penjualan cenderung tidak menghasilkan pembeli baru yang berjangka panjang dalam pasar mapan karena promosi penjualan terutama menarik konsumen yang menyukai yang transaksi cepat dan murah dan yang akan berganti ke merek lain yang sedang melakukan promosi penjualan.
- Pembeli merek yang setia cenderung tidak mengganti pola pembelian mereka sebagai akibat dari persaingan promosi.
- Iklan tampaknya mampu memperdalam kesetiaan terhadap suatu merk
Terdapat juga bukti bahwa promosi harga tidak secara permanen membangun volume penjualan seluruh kategori.
Pesaing yang pangsa pasarnya kecil menemukan bahwa penggunaan promosi penjualan itu menguntungkan, karena mereka tidak mampu menandingi anggaran periklanan besar dari pemimpin pasar. Mereka juga tidak dapat memperoleh ruang rak tanpa menawarkan potongan perdagangan atau mendorong konsumen untuk mencoba tanpa menawarkan insentif konsumen. Persaingan harga biasanya digunakan oleh merek kecil yang berusaha memperbesar pangsanya, tetapi,kurang efektif bagi pemimpin kategori yang pertumbuhannya bergantung pada pertumbuhan kategori secara keseluruhan.
Dampaknya adalah, banyak perusahaan barang-konsumsi-kemasan yang merasa bahwa mereka dipaksa menggunakan lebih banyak promosi penjualan daripada yang mereka inginkan. Kellogg, Kraft, dan pemimpin pasar lainnya telah mengumumkan bahwa mereka akan semakin menekankan sisi tarik (pull side) perusahaan dan meningkatkan anggaran Iklan mereka. Mereka menyalahkan banyaknya penggunaan promosi penjualan sebagai penyebab berkurangnya kesetiaan merek, semakin meningkatnya sensitifitas harga konsumen, menipisnya citra-mutu-merek, dan fokus pada perencanaan pemasaran jangka pendek.
Namun, Farris dan Quelch membantah hal itu. Mereka berargumen bahwa promosi penjualan memberi sejumlah manfaat yang penting baik bagi produsen maupun konsumen. Promosi penjualan memungkinkan produsen untuk menyesuaikan variasi penawaran dan permintaan jangka pendek. Promosi penjualan memungkinkan produsen menguji seberapa tinggi harga yang dapat dibebankan, karena produsen selalu dapat mengurangi harga tersebut. Promosi penjualan dapat mendorong konsumen untuk mencoba produk baru bukannya beralih dari produk yang biasa mereka gunakan sekarang. Promosi penjualan mendorong format eceran yang lebih bervariasi, seperti toko berharga murah setiap hari dan ada pula toko harga promosi. Promosi penjualan inemperbesar kesadaran harga konsumen. Mereka memungkinkan produsen menjual lebih banyak daripada yang biasa mereka jual dengan harga normal. Promosi penjualan membantu produsen menyesuaikan program untuk berbagai segmen konsumen. Konsumen sendiri menikmati kepuasan karena menjadi pembelanja yang cerdik ketika mereka memanfaatkan harga spesial tersebut
Bapak, mau tanya tulisan di atas adakah sumbernya Pak ? Terimakasih Pak
By: Vinsy on 14 November, 2011
at 5:19 am